Macam-macam Dioda

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Dioda secara umum memiliki susunan dan sistem kerja yang sama. Pada dasarnya macam-macam dioda dibentuk oleh sambungan PN yang secara fisik dikenal dengan nama anoda dan katoda. Dioda dapat dibedakan berdasarkan macam, bahan dan fungsinya.

Ada macam-macam dioda yang harus Anda ketahui dan pelajari jika Anda ingin ahli dalam bidang elektronika. Dioda ini mempunyai peranan yang cukup penting dalam sebuah sistem/rangkaian elektronika karena dioda mempunyai fungsi vital bagi kinerja sebuah perangkat elektronika.

Macam-macam Dioda

Macam-macam Dioda

Berikut ini macam-macam dioda yang perlu Anda ketahui, diantaranya :

  • Dioda Silenium. Bentuk fisiknya seperti bujur sangkar dengan empat kaki. Sepasang berkutub negatif dan sisanya berkutub positif. Komponen ini berfungsi untuk membuat arus listrik motor atau mobil menjadi searah yang pengapiannya menggunakan accu (aki). Dioda ini terbuat dari bahan silenium.
  • Dioda Germanium. Bentuk fisiknya kecil dengan ujung lonjong dan memiliki sepasang kaki yang berkutub negatif dan positif. Kaki yang berkutub negatif diberi tanda bulat dengan tujuan untuk memudahkan penggemar elektronika yang belum memahami secara sempurna. Komponen ini sering digunakan pada rangkaian radio penerima dan pemancar sederhana atau TX. Fungsinya mengubah arus AC menjadi DC dan memprosesnya menjadi suara. Dioda ini terbuat dari bahan germanium.
  • Dioda Silikon. Bentuk dioda ini ada yang bulat panjang, bulat berujung lonjong dan bulat serta tahan terhadap panas. Semuanya memiliki kaki negatif dan positif. Bahan untuk membuat dioda ini didominasi oleh unsur silikon. Dioda ini berfungsi membuat/mengubah arus AC menjadi searah (DC). Oleh karena itu maka komponen ini banyak dijumpai pada rangkaian adaptor, power supply (catu daya), dan lain sebagainya.
  • Dioda Zener. Pada dasarnya dioda itu berfungsi sebagai pengubah arus, namun dioda zener berguna juga sebagai penyetabil arus atau sebagai stabilizer. Komponen ini biasanya digunakan untuk rangkaian power supply.
  • LED (Light Emiting Diode = Dioda Cahaya). Saat diberi polaritas pada kedua kutubnya dioda jenis ini bisa memancarkan cahaya karena mempunyai lapisan fosfor. LED mempunyai batas arus maksimal yang bisa mengalir melaluinya. Bila nilainya di atas nilai tersebut maka LED cepat rusak (mati). LED mempunyai fungsi khusus selain sebagai indikator, yakni untuk transmisi pada sistem remote control dan opto sensor, untuk optical pick-up pada sistem CD, lampu display, jam tangan, audio Hi-Fi.

Itulah sedikit ulasan mengenai macam-macm dioda. Jadi masih ada kekurangannya, untuk itu Anda bisa menambahkan atau mencarinya sendiri.

 

Saling Berbagi Informasi

Speak Your Mind

*